Hari Ini:

Selasa 21 May 2019

Jam Buka Toko:

08:00 s/d 21:00

Telpon:

7294292

SMS:

085220295364

BB Messenger:

57312E3E

Email:

admin@tokoacep.id

Layanan Online:

konfirmasi transfer
Description
No resi pengiriman barang

Pembayaran Melalui

Rek : 0540695113
An. Acep Suherman,SE
Rek : 131-00-0796705-4
An. Acep Suherman,SE
Rek : 0196660235
An. Acep Suherman,SE
Rek : 01-00010-5459-3504
An. Acep Suherman,SE
Rek : 956-01-00344-11-5
An. Acep Suherman,SE

6 Jenis Keputihan Yang Harus Wanita Tahu

21 March 2016 - Kategori Blog

6 Jenis Keputihan Yang Harus Wanita Tahu

Keputihan merupakan permasalahan klasik yang sering di alami oleh wanita . Tapi sayangnya banyak wanita yang tidak tahu akan penyebab dan jenis-jenis keputihan . Keputihan ada yang normal dan ada juga yang abnormal , keduanya harus di tangani cepat karena ini sangat mengganggu keseharian anda baik ketika sedang beraktifitas atau beribadah . Keputihan yang abnormal jika tidak di obati cepat akan menimbulkan banyak masalah seperti kemandulan .

Penting bagi setiap wanita untuk mengetahui apa saja jenis keputihan dan juga penyebabnya , beberapa hal yang menjadi penyebab keputihan adalah infeksi , vagina lembab , konsumsi obat-obatan , penyakit tertentu , terlalu sering mandi air hangat dll . Lalu apa saja jenis-jenis keputihan yang dimaksudkan ? Simak informasinya di bawah ini :

  1. Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih
    Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Lendir akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air kecil. Pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar vagina juga dialami penderita trikomoniasis.
  2. Keputihan dengan lendir yang cair atau berwarna putih dengan rasa gatal
    Keputihan ini dipicu oleh infeksi jamur atau ragi dan menyebabkan munculnya lendir yang cair atau berwarna putih seperti susu kental, tapi tanpa bau yang menyengat. Gejala lain yang biasanya menyertai adalah rasa gatal yang parah dan rasa perih di sekitar vagina juga rasa sakit saat berhubungan seks. Infeksi ini tidak menular melalui hubungan seks dan umum dialami oleh sebagian besar wanita.
  3. Keputihan dengan lendir berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis
    Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di vagina dapat menyebabkan infeksi vaginosis bakteri. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular melalui hubungan seks
  4. Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital
    Penyebab jenis keputihan tidak normal ini biasanya adalah herpes genital. Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan atau luka seperti sariawan yang terasa sakit di sekitar organ intim. Metode pengobatannya bisa dengan mengonsumsi tablet antivirus. Penyakit ini berpotensi untuk kambuh di masa yang akan datang.
  5. Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan
    Rasa nyeri pada tulang panggul atau saat buang air kecil serta mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, dapat mengindikasikan gonore atau chlamydia (klamidia). Jika dibiarkan, kedua penyakit menular seksual ini dapat memicu infeksi serius pada organ reproduksi wanita. Karena itu, segera temui dokter untuk menjalani pengobatan dengan antibiotik.
  6. Keputihan dengan lendir berwarna merah muda
    Jenis keputihan ini disebabkan oleh proses peluruhan dinding rahim setelah wanita melahirkan.

Itulah 6 jenis keputihan yang wajib anda ketahui . Lalu bagaimana caranya untuk bisa mengatasi keputihan yang abnormal / tidak normal ?? Dibawah ini beberapa tips mengatasi keputihan secara alami :

  • Menjaga kebersihan vagina
  • Hindari menggunakan celana basah dan ketat
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Dan mengkonsumsi suplemen herbal seperti ACE MAXS

 

Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan bergabung bersama kami di Toko Acep , Facebook , Twitter , Google + dan Youtube .

​​